Selasa, 07 April 2015

PERMAINAN DAKON SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGAJARKAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN


PERMAINAN DAKON SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGAJARKAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN

Oleh:
Novi Lestariningsih, S.Pd.
NIP 14712251060

Dengan mengambil sisi baik dari PBM tersebut,  usaha saya untuk mengembangkan PBM sejenis sesuai dengan konteks budaya lokal saya. Berdasarkan Video yang saya lihat pada kegiatan perkuliahan Learning Trajectory pada  hari rabu, tanggal 25 Maret 2015 yang mengajarkan tentang konsep perkalian, maka konsep perkalian itu bisa diajarkan kepada siswa melalui pendekatan kearifan lokal  yaitu permainan dakon. Dakon adalah sebuah permainan tradisional yang berasal dari Jawa, meskipun didaerah lain pun juga ada permainan ini. Ironisnya, seiring kemajuan teknologi, permainan ini mulai ditinggalkan oleh generasi kita. Selain efektif untuk mengajarkan konsep perkalian dan pembagian, tujuan saya menggunakan permainan dakon adalah untuk melestarikan permainan tradisional yang hampir punah.
Permainan Dakon ini dapat dimainkan oleh 2 orang atau maksimal 4 orang, baik oleh perempuan maupun laki – laki. Alat permainan Dakon atau Congklak selain murah, ringkas, dan mudah dalam penggunaannya, juga mengandung berbagai pelajaran karakter antara lain : 1) Belajar menghitung, 2) Kerjasama, 3) Ketelitian, 4) Kejujuran dan sebagainya.  Selain itu, permainan dakon juga melatih seorang anak untuk memanajemen waktu, mengelola keuangan karena dalam permainan dakon ada kegiatan dimana seorang anak harus pandai membagi kerikil dan mengatur strategi sehingga dia bisa menang.
Alat permaian Dakon terbuat dari kayu atau bahan plastik dengan panjang kurang lebih 50 – 100 cm dan lebar 40 – 60 cm, dengan diberikan sepuluh lubang kecil 5 diatas dan 5 dibawah dengan diameter 10 10 cm , serta 2 lubang besar disamping kanan dan kiri dengan diameter lebih besar yaitu kurang lebih 15 cm.  Namun, ada juga lubang dakon yang terdiri dari 7 lubang kecil diatas dan 7 lubang dibawah, serta 2 lubang besar. Namun pada permainan dakon untuk mengajarkan konsep perkalian ini, saya mencoba memilih untuk menggunakan 5 lubang kecil. Kemudian disiapkan batu kecil sebanyak 100 buah. Yang dibagikan  50 : 50 kepada masing – masing pemain. Alat permainan ini apabila kesulitan membuat dapat diganti dengan memainkannya di lantai ubin atau membeli di toko permainan.
Dakon sangat efektif untuk menjelaskan konsep perkalian dan pembagian.  Karena dalam permainan dakon ada proses menghitung hasil dilumbungnya masing-masing dan proses membagi kerikil kedalam masing-masing lubang sebelum permainan dakon dimulai. Konsep pemahaman perkalian (x) dan pembagian ( : ) dasar mulai diajarkan di kelas dua Sekolah Dasar, untuk mempersingkat dan mempercepat pembelajaran tanpa susah payah, biasanya guru memberikan tabel perkalian dan pembagian pada siswa, kemudian siswa diminta untuk menghafalkan perkalian mulai perkalian 1 hingga perkalian 10, begitu juga dengan pembagian, guru hanya memberitahukan bahwa pembagian adalah kebalikan dari perkalian atau sebaliknya. Akan tetapi, metode seperti ini kurang efektif menurut saya, karena siswa hanya mengahafal saja sehingga bagi siswa yang kemampuan hafalannya kurang maka siswa akan kesulitan dalam memahami konsep perkalian dan pembagian. Dan hal ini terjadi pada sebagian besar siswa.
Konsep Perkalian ( x ) adalah penjumlahan berulang – ulang, artinya suatu bilangan bila dijumlahkan dengan bilangan itu sendiri secara berulang – ulang maka akan menghasilkan operasi hitung baru yang berupa perkalian, contoh: 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10, artinya angka 2 dijumlahkan dengan bilangan itu sendiri sebanyak lima kali maka hasilnya 10, maka bilangan perkaliannya adalah : 5×2 = 10, sehingga : 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 5×2, hasilnya 10.
Konsep pembagian adalah kebalikan dari perkalian, tetapi pada penyampaian kepada siswa tidak bisa disampaikan langsung bahwa pembagian adalah kebalikan perkalian, tetapi harus memahami dulu bagaimana pembagian itu bisa terjadi. Pembagian adalah pengurangan suatu bilangan dengan bilangan lain secara berulang – ulang hingga habis. Contoh : 10 – 2 – 2 – 2 – 2 – 2 = 0, artinya bilangan 10 dikurangi 2 sebanyak 5 kali, maka bilangan matematikanya adalah 10 : 2 = 5 ( sepuluh dibagi dua sama dengan lima ). Jika kita balik dengan perkalian 5×2 = 10 (lima kali dua sama dengan sepuluh). Nah, disinilah maka konsep perkalian dan pembagian dapat sedikit dmengerti oleh siswa.
Cara mengajarkan konsep perkalian dan pembagian menggunakan permainan dakon
1.      Siswa secara berpasangan melakukan kegiatan permainan dakon. Dakon tidak harus membeli, tapi guru bisa membuat sendiri atau permainan dakon bisa dilakukan di atas ubin, dengan membuat kotak-kotak sendiri.
2.      Lubang yang digunakan permainan ini adalah 5 lubang kecil yang saling berhadapan dan 1 lubang besar kanan kiri.
3.      Guru menyampaikan aturan permainan dakon.
4.      Guru membagikan kerikil kepada masing-masing pasangan yang berjumlah 100. Masing-masing pasangan diminta untuk membagi kerikil tersebut sama banyak.
5.      Untuk konsep pertama, siswa diminta memasukkan satu kerikil pada masing-masing lubang. Kemudian, siswa diminta menjumlah kerikil yang telah dimasukkan kedalam lubang dakon. Konsep perkalian ( 5 x 1 ) = 5
6.      Untuk mengajarkan konsep perkalian 5 x 2, 5 x 3, 5 x 4, 5 x 5 bisa diajarkan seperti cara diatas.
7.      Untuk mengajarkan konsep 10 x 1, 10 x 2, 10 x 3, 10 x 4, 10 x 5, 10 x 6, 10 x 7, 10 x 8, 10 x 9 dan 10 x 10 bisa dilakukan dengan menggunakan 10 lubang dakon. Agar siswa bisa melakukan sendiri-sendiri maka kegiatan ini bisa dilakukan secara bergantian.
8.      Untuk mengajarkan konsep pembagian, maka caranya adalah dibalik. Misalnya mengajarkan konsep pembagian 20 : 4 . Siswa diminta mengambil kerikil sejumlah 20, kemudian siswa membagi kerikil tadi ke 4 lubang sama banyak.  Maka jumlah dari masing-masing lubang adalah adalah hasil dari 20 : 4 = 5.
9.      Untuk selanjutnya, biarkan anak berkreasi dan bereksplorasi sendiri untuk bermain dakon dengan teman pasangannya.

Tidak ada komentar: