Selasa, 07 April 2015

AGAR PEMBELAJARAN MENJADI BERMAKNA


AGAR PEMBELAJARAN MENJADI BERMAKNA
Oleh:
Novi Lestariningsih, S.Pd.
NIM 14712251060

Refleksi kuliah ke 6
Pengembangan Learning Trajectory Pendidikan Dasar (Rabu, 1 April 2015)
Dosen Pengampu Prof. Dr. Marsigit, M. A.

Pada kegiatan perkuliahan ini, Prof. Dr. Marsigit, M.A menyampaikan materi perkuiahan tentang pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajarn yang mempunyai arti baik bagi guru maupun peserta didik.Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Menurut saya, dalam belajar bermakna ada dua hal penting, ”pertama bahan yang dipelajari, dan yang kedua adalah struktur kognitif yang ada pada individu”. Yang dimaksud dengan struktur kognitif adalah jumlah, kualitas, kejelasan dan pengorganisasian dari pengetahuan yang sekarang dikuasai oleh individu. Dalam belajar menghafal, siswa berusaha menerima dan menguasai bahan yang diberikan oleh guru atau yang dibaca tanpa makna.
Guru adalah pengelola teknis pembelajaran di ruang kelas. Keberhasilan guru dalam mengelola dan melaksanakan pembelajaran tergantung pada bagaimana strategi dan pendekatan yang dilakukan oleh guru tersebut. Guru adalah fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. Agar kegiatan PBM menjadi bermakna,  maka seorang guru harus menguasai strategi dalam pembelajaran, merencanakan kegiatan pembelajaran serta mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilalui. Guru juga harus menguasai referensi berbagai macam teori belajar agar ketika mengajar guru mempunyai bekal psikologi dari masing-masing peserta didik.
Dalam kegitan PBM, peserta didik bukanlah seperti botol kosong yang tidak mempunyai pengetahuan sebelumnya. Jika guru mempunyai anggapan seperti ini, maka yang yang dilakukan oleh seorang guru dia sebagai penyampai materi saja, sedangkan siswanya hanya sebagai penonton dan pendengar saja. Kegiatan pembelajaran bermakna bukanlah seperti itu. Pembelajaran menjadi bermakna ketika siswa berpean aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk mencoba, mengeksplor lingkungannya, serta menghubungkan antara materi dengan pengalaman hidupnya maka akan membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Peran guru dalam pembelajaran yang bermakna adalah sebagai fasilitator.  Ibarat dalam sebuah permainan, bola itu ada ditangan siswa. Guru adalah sebagai pembimbing, memberdayakan akan tetapi bukan berarti menciptakan ketergantungan. Seperti dalam ungkapan berikut ini : “Tell me and I will forget, Show me, and I may remember, Involve me and I will understand. Maksudnya adalah jika seorang guru menyampaikan materi dengan ceramah saja dan siswa hanya diam dan mendengarkan saja, maka siswa akan lupa. Jika guru hanya menunjukkan dan siswa hanya melihat saja, maka siswa akan mengingatnya. Jika siswa dilibatkan dalam kegiatan percobaan, maka siswa akan paham terhadap materi tersebut.

Tidak ada komentar: